*dok : Dwi Ekolokononto - Nara Sumber.




Prabumulih - Warunginformasi.co.id


PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 yang bernaung di Kabupaten Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Workshop Edukasi Media bertemakan " Membangun Media Berkualitas dan Berkelanjutan".


Acara tersebut berlangsung di gedung Patra Ria Komplek Pertamina Prabumulih dan dihadiri oleh ratusan awak media dari berbagai daerah dan narasumber yang berkompeten menjadi pemateri dalam kegiatan. Rabu, (28/2/24).


Dalam sajian materi, ada satu materi unik dan menarik perhatian para awak media yang mengikuti seminar tersebut. Yakni mengenai suatu penyakit baru yang menjangkit para netizen didalam dunia maya pada jaman yang modern.


Materi tersebut, disampaikan secara langsung oleh Dwi Ekolokononto selaku narasumber sekaligus pemilik situs media beritacantik.com .


Dalam pemaparannya, Eko menjelaskan berbagai cara untuk memanfaat potensi agar media dapat menduduki rating teratas atau Keyword terpopular.


"Back to the top of pyramid, yakni berarti menjadi tertinggi pada puncak piramida atau mendominasi atau menjadi teratas dalam kata kunci pencarian pada google".


Eko menjelaskan, media harus dapat mengerti dan memanfaatkan potensi yang ada yakni diantarannya beberapa hal yang menjadi potensi untuk memuncaki kata pencarian pada flatform google :


  1. Berakhirnya pandemi, mengubah perilaku konsumen. Dimana, konsumen saat ini memiliki prilaku yang baru setelah berakhirnya masa pandemi. Konsumen dalam hal ini adalah orang-orang yang akan mendapatkan informasi dari pemberitaan yang kita share, sebarluaskan. Konsumen saat ini, lebih terbiasa menggunakan gadget atau handphone bahkan menghabiskan waktu mereka dengan gadget mereka.
  2. Semua kebutuhan dasar "Top the of pyramid". Kita harus menyajikan kebutuhan pembaca, kita harus tau apa yang menjadi kebutuhan mereka, bukan kita yang mengarahkan mereka untuk membaca pemberitaan kita.
  3. Kemajuan ekonomi menggelembungkan kelas menengah membuat kebutuhan aktualisasi dan dihargai menjadi "keharusan"
  4. Manusi menjadi tidak lepas dari dunia maya. Kondisi saat ini, gadget menjadi kebutuhan utama bahkan bukan harya sekedar mendapatkan informasi, namun juga menjadi bagian dari mata pencarian untuk sebagian orang.
  5. Terakhir adalah FOMO. Manusia terjangkit FOMO, perasaan takut dan cemas ketinggalan sesuatu yang baru (tren/news).


Untuk diketahui FOMO, dikutip dari Halodoc.com adalah singkatan dari Fear Of Missing Out merupakan fenomena psikologis yang semakin marak dikehidupan serba modern seperti sekarang.


Pada umumnya, FOMO rentan menimpa kalangan anak muda, tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang lebih tua mengalaminya. Sayangnya fenomena FOMO seringkali menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental seseorang.


Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa cemas atau khawatir melewatkan pengalaman, acara, atau aktivitas yang sedang terjadi di sekitarnya. 


Ada sejumlah hal yang bisa membuat seseorang merasa FOMO. Misalnya, seperti paparan terhadap kehidupan sosial melalui media sosial atau cerita dari teman-teman, yang membuat seseorang merasa tertinggal atau kurang berpartisipasi.



 

Lebih baru Lebih lama