Dok : Potret Awak Media


Puluhan awak media yang berkumpul di depan Kantor DPRD Lubuklinggau merasa kecewa atas informasi yang beredar terkait pembayaran tagihan berita Advetorial yang di ciutkan menjadi 250 ribu (26/04)


Efran, salah satu perwakilan pihak FKWS menceritakan kekecewaan nya kepada pihak Setwan mengenai besaran dana media yang di ciutkan menjadi 250 ribu dari sebelumnya 1 juta per media.


"Saya sangat kecewa dengan cara cara seperti ini, jika memang tak mampu membayar mestinya jauh jauh hari sudah memberitahu ke awak media untuk merubah tagihan, jangan sekonyong konyong pas mau pencairan langsung merubah rubah sendiri",ungkap efran dengan kesal.


Ia juga mempersoalkan perubahan yang tanpa pemberitahuan, padahal pada saat pertemuan dengan ketua DPRD kota Lubuklinggau dan Kabag Umum dan PPTK nya sudah di tetapkan untuk media 1 juta per media.


Ditempat yang sama, niko yang juga salah satu wartawan terkemuka di Kota Lubuklinggau menduga hal tersebut ada indikasi terselubung dengan cara bergomok gomok sehingga dana publikasi bisa bisanya di pangkas.


"Dana media ini kecil, di pangkas lagi, coba kalau berani pangkasin itu dana perjalanan dinas DPRD yang berjumlah puluhan milyar",ungkap niko.


"Momennya mau lebaran, di saat OPD lain tidak menganggarkan dana publikasi, maka jelas kami berharap penuh dengan tagihan kami di DPRD tuk belanja persiapan lebaran,  kalau begini caranya lebih baik di bakar saja surat surat penawaran dan penagihan kami,"cetus niko.


Informasi yang di dapat di lapangan pada salah satu nara sumber kami, bahwa jumlah media yang masuk ke DPRD Kota Lubuklinggau berjumlah 230 media dan tiap tiap media di sama ratakan mendapatkan jatah setengah dari satu berita yaitu 250 ribu.


Pantauan di sekitar kantor DPRD banyak para awak media yang menarik berkas tagihan sambil mengungkapkan kekecewaannya.


Di akhir kesimpulan, sepakat di ambil keputusan oleh awak media akan melakukan aksi demo besar-besaran untuk mempertanyakan kejelasan dan perubahan tagihan yang dilakukan pihak Setwan kota Lubuklinggau.


Sampai berita ini di tayangkan, pihak sekwan DPRD Lubuklinggau belum bisa di Hubungi.(*)

Lebih baru Lebih lama