Lubuklinggau - Warunginformasi.co.id


Peningkatan jalan akses GOR Megang (TOM), Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang di kerjakan oleh CV. Indo Artha Persada dan menelan anggaran mencapai sebesar Rp.4 miliar, terkesan asal jadi dan kejar tayang.


Pasalnya, pantauan di lapangan, aspal hitam yang terhampar di halaman GOR megang hingga ke bagian belakang terlihat sangat gembur dan bisa di angkat hanya dengan menggunakan jari tangan orang biasa.


Tampak, ketebalan aspal juga bervariasi baik di bagian depan samping hingga ke bagian belakang. Di beberapa titik juga terlihat permukaan aspal yang tidak sama rata sehingga menjadi genangan air di atas aspal tersebut.


Saat di bincangi, inisial T, salah seorang pekerja, dirinya menilai bahwa memang aspal di Gor Megang ini kualitasnya sangat kurang, sebab tampak dengan mata saja sudah terlihat jika aspal yang digunakan sangat lembut.


"Memang lembut, waktu itu saja di depan itu ada anak-anak yang trek-trekan motor kemudian aspal nya langsung ngelupas, krikil nya ngangkat semua", ujar T, Kamis (15/6/2023)


Dijelaskan, kalau waktu pengaspalan yang di depan terlebih dahulu kemudian baru yang di belakang, tapi tenggang waktu nya saya tidak ingat.


"Belum lama ini selesainya, waktu awal tahun lah kira-kira karena waktu itu kan ada peresmian GOR ini", ucapnya.


Lanjutnya, tapi memang aspal nya kurang, ini saja terlihat sangat tipis, paling cuma berkisar 4 cm kalau untuk rata-rata dan mungkin ada yang cuma 2 cm.


Informasi di himpun, kegiatan peningkatan akses jalan GOR Megang Kelurahan Puncak Kemuning, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Lubuklinggau, sumber dana APBDP tahun anggaran 2022 dengan nilai pagu paket sebesar Rp.4 miliar, yang di kerjakan oleh CV. Indo Artha Persada. (Iqbal/Tim)

Lebih baru Lebih lama