*dok wib : Paripurna LKPB Bupati banyuasin 2023




Banyuasin, Warunginformasi.co.id –Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin menggelar rapat paripurna dengan agenda nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banyuasin Tahun Anggaran 2022.


Bertempat di Gedung Paripurna DPRD Banyuasin, Selasa (11/04).



Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan SH MH, wakil wakil Ketua DPRD dan para Anggota DPRD Banyuasin yang dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD. Bupati Banyuasin H Askolani dalam rapat tersebut menyampaikan laporan LKPJ tahun 2022 dihadapan pimpinan dan Anggota DPRD Banyuasin.



Adapun LKPJ yang dibacakan Bupati Banyuasin H Askolani tercantum dalam Perbup Nomor 201 tahun 2022 tentang perubahan RKPD tahun 2022 yang pembiayaan nya bersumber dari APBD.



Dan LKPJ tahun 2022 ini memuat Kebijakan Pemda serta laporan pelaksanaan program kegiatan yang didanai APBN berupa dana tugas pembantuan serta penyelenggaraan urusan pemerintahan selama tahun 2022.



Tahun 2022 adalah tahun yang penuh dengan dinamika dalam melaksanakan Program Kegiatan yang telah kita rencanakan. Wabah Covid-19 Maret 2020 lalu Berdampak juga Program Kegiatan yang telah dianggarkan pada APBD tahun 2022.



“Kita tetap bersyukur walaupun dengan keterbatasan pembiayaan pembangunan, Alhamdulillah pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Banyuasin masih dapat berjalan hal ini karena adanya semangat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas kita bersama sama,”kata Askolani.



Masih dikatakan Askolani, berdasarkan data BPS perekonomian Kabupaten Banyuasin besaran PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 30,99 juta rupiah meningkatkan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 9,10 juta rupiah.



Sembung dia, ekonomi kabupaten Banyuasin pada tahun 2022 berubah 3,84 persen meningkat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 0,13 persen akibat adanya pandemi Covid-19.



“Data terakhir BPS pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuasin sebesar 5, 32 persen meningkat dari tahun 2022 sebesar 3,84 persen dalam struktur PDRB masih didominasi empat lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Industri pengolahan , Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan kontruksi persen,”jelasnya.



Selanjutnya berdasarkan struktur keuangan daerah tahun 2022 meliputi Pendapatan Daerah Nomor 10 tahun 2022 dan Perbup Nomor 309 tahun 2022 perubahan APBD tahun 2022 secara keseluruhan direalisasikan sebesar Rp2, 437.093.145.950.02. atau 97,02% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.2, 512.676.093.933.00. Jumah PAD secara total 2022 sebesar Rp.253, 052.710.763.83 atau 92, 87% dari target semula Rp272.484.563.536.13





Adapun capaian kinerja tersebut berasal dari pendapatan daerah, yang meliputi pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dll PAD yang sah.



Selain itu, pendapatan transfer tahun 2022 dapat direalisasikan sebesar Rp.1,822.224.822.379.00 atau 98,50% dari target sebesar Rp.1,849.974.396.274.00

capaian kinerja itu berasal dari hasil pajak) bagi hasil bukan pajak, DAU dan DAK



“Lain-lain pendapatan yang sah direalisasikan sebesar 131.283.872.758.00 atau 97,16% dari target yang ditetapkan sebesar Rp2.501.296.097.810.00, atau 96,79 %..Capaian kinerja tersebut tertinggi berasal dari dana lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebesar 90,62,%,” papar Askolani.



Bupati juga menyebutkan untuk Belanja Daerah, dilihat dari belanja langsung dan tak langsung pada anggaran 2022 sebesar Rp.2,266.651.734.598.61 ;dari target Rp.2,857,244,256,991,44 atau 90,52 persen.



Belanja operasional terealisasi 93,28 persen atau sebesar Rp1,451.964.374.826.73,

dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp,1,556.521.090.032.00 terdiri belanja pegawai, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.



“Sedangkan belanja modal 90.67 % sebesar Rp.397.912.010.678.88 atau dari target anggaran yang ditetapkan Rp.438.855.268.788.00.Sedangkan belanja tak terduga tidak terealisasikan sebesar Rp7,245,243,737,57. Selanjutnya transfer bantuan keuangan terelisasi 99,24 persen atau sebesar Rp.415.526.148.843.00 dari target sebesar Rp 418,184,264,772,00.



Untuk pembiayaan daerah berasal dari penerima pembiayaan APBD tahun 2022 sebesar Rp.83.273.575.476.58.00 atau 68.01 persen dari target sebesar Rp122.446.676.318.00. Selain itu, pengeluaran pembiayaan

terealisasi 99.82 49,78 persen atau sebesar 133.581.701.639.00dari target Rp133.826.672.441.00.



Pada komponen pengunaan Silpa terealisasi sebesar Rp27.509.729.576.58 atau 97.03 persen dari target Rp.28.352.463.88.00, dan penerimaan pembiayaan dianggarkan pada sektor pinjaman daerah terealisasi sebesar Rp 55.763.845.900.00 dari target Rp94.094.212.438.00.



Kemudian, sambung dia, ada pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal PDAM Tirta Betuah sebesar Rp3,500.000 atau 93.00 persen .

Pengeluan pembayaran pokok utang BSB yang dianggarkan dan direalisasikan 100 persen sebesar Rp130.326.672.441.00.



“Sedangkan selisih realisasi pendapatan daerah dan belanja daerah terjadi selisih kurang sebesar Rp 171.041.411.351.41

Pada akhir tahun anggaran 2022 selisih realisasi antara penerima pembiayaan anggaran (Silva) sebesar Rp 120.733.285.188.99 atau 33,63 persen dari target sebesar Rp 223.806.347.”pungkasnya. (Sup/ADV)

Lebih baru Lebih lama