Dok : Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas / Sumatera Selatan



Musi Rawas | Warunginformasi.co.id – Penyediaan Infrastruktur lumbung pangan dengan spesifikasi kegiatan berupa alat penggiling padi (RMU) di Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, terkesan janggal.


Pasalnya, dari 5 desa yang mendapatkan bantuan alat penggiling padi tersebut, para ketua kelompok tani atau Gapoktan di 2 desa diantaranya, saat hendak di wawancarai oleh awak media, terkesan menutup-nutupi dan menghindar.


Febri, salah satu ketua Gapoktan desa Megang Sakti II, yang mendapatkan bantuan alat tersebut, saat di wawancarai di kediamannya, Senin (20/2/2023), mengatakan dirinya tidak bisa untuk menunjukkan dimana alat nya dan seperti apa spesifikasi nya.


“Kalau mas mau foto alatnya saya tidak bisa memberi tahu dan memutuskan mas, saya harus izin dulu sama pihak-pihak lainnya”, ucapnya.


Gapoktan lainnya, Mujio, wakil ketua/sekretaris Gapoktan di desa Air Satan, yang juga mendapatkan bantuan alat penggiling tersebut, saat di kunjungi di kediamannya anak dari Mujio mengatakan dirinya sedang tidur dan memberikan nomer telepon palsu.


Sementara itu, kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mura, Hayatun, saat hendak di temui di kantornya, Selasa (21/2), dirinya tidak berada di tempat dan bahkan sekretaris serta Kabid-kabid di dinas tersebut juga tidak ada satupun yang berada di kantor.


“Kadis tidak ada pak, sekretaris tidak ada, Kabid-kabid juga tidak ada semua, mungkin masih rapat di BPKAD”, kata pa’i, salah satu pegawai yang ada di kantor DKP Mura.


Informasi dihimpun, di tahun 2022, pemerintah Kabupaten Mura, melalui Dinas Ketahanan Pangan, menganggarkan dana sebesar Rp.1 miliar lebih untuk kegiatan penyediaan infrastruktur lumbung pangan, dengan spesifikasi berupa alat penggiling padi untuk 5 desa di 5 Kecamatan yang berbeda. (Iqbal)

Lebih baru Lebih lama