Lubuklinggau – Insiden pemadaman listrik yang terjadi selama kurang lebih satu jam di RS Siti Aisyah Lubuklinggau mengungkap fakta mengejutkan terkait sistem kelistrikan rumah sakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau menyatakan bahwa selain gangguan pada genset, rumah sakit tersebut saat ini masih menggunakan jalur listrik rumah tangga, bukan jalur khusus atau prioritas. Sel (17/3).
“Direktur RSSA sudah mengajukan permintaan ke PLN untuk jalur premium, karena saat ini masih jalur rumah tangga. Jadi kalau ada gangguan PLN, RSSA juga ikut mati,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.
Selain persoalan jalur listrik utama, masalah juga terjadi pada sistem cadangan. Diketahui, genset tidak langsung berfungsi saat listrik padam karena aki dalam kondisi tidak aktif.
“Kesalahan teknis karena aki yang soak,” jelas Kepala Dinas Kesehatan.
Lebih lanjut, ia juga mengakui bahwa terdapat kelalaian dari sisi manajemen rumah sakit.
“Manajemen juga lalai tidak menyiapkan aki cadangan,” tegasnya.
Terungkapnya penggunaan jalur listrik rumah tangga di rumah sakit memunculkan pertanyaan serius dari publik. Pasalnya, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit seharusnya memiliki sistem kelistrikan yang andal dan tidak bergantung pada jalur umum. (Iqbal)
